Jumat, 14 Agustus 2009

YANG MURAH DI BATAM


Batam terkenal dengan aneka gadget (barang elektronik) yang murah. Terutama karena Batam dekat dengan Singapura yang merupakan pelabuhan internasional dan memiliki kebijakan pajak export-import yang rendah. Makanya banyak limpahan barang-barang elektronika dari Singapura ke Batam dan dijual murah. Tapi benarkah demikian?

Gadget Murah?

Hasil tanya-jawab dengan beberapa orang dari Batam menyimpulkan berbeda. Memang dahulu ketika perdagangan masih bebas terjadi antara Singapura dan Batam, banyak barang elektronika murah-meriah melimpah di Batam. Tetapi rupanya ini merusak pasar dalam negeri dan menyebabkan persaingan tidak sehat akibat rusaknya mekanisme pasar nasional. Barang-barang import tanpa pajak ini tentu memiliki banderol yang murah. Barang-barang tak kena pajak ini kerap disebut sebagai BM (Black Market). Tentu saja para importir resmi dan produsen barang elektronik di tanah air jadi gerah karena mereka tetap terkena berbagai pajak yang menyebabkan harganya jadi melambung dan tidak dapat bersaing dengan barang BM.

Pemerintah juga rugi karena tidak dapat mengutip pajak terhadap barang-barang elektronik ini. Padahal dahulu sempat barang-barang elektronik jenis tertentu terkena Pajak Barang Mewah selain pajak-pajak yang lain. Alhasil pemerintah melarang perdagangan bebas barang-barang elektronika dari Singapura ini. Jikalau ada perdagangan, maka akan dikutip pajak yg sesuai.

Beberapa orang masih dapat mengakalinya dengan menenteng barang2 elektronik ini sehingga seolah-olah untuk dipakai sendiri, padahal sebenarnya barang2 ini akan dia jual lagi. Tetapi tentu tidak dalam jumlah yg besar. Nah, jika ingin memiliki gadget murah, lebih baik beli langsung ke Singapura atau titip teman yg kebetulan ke sana. Atau cari saja channel yg biasa bermain di BM.

Mencari Gadget Murah

Rasa penasaran terhadap mitos gadget murah di Batam tetap melanda. Salah satu informan berkata bahwa ada sentra penjualan barang elektronik murah di Batam. Namanya Samarinda Shopping Center di daerah Nagoya. Kebetulan dekat dengan tempat kami menginap. Akhirnya kami ke sana sekedar ingin tahu saja.

Sayangnya tempat tersebut tidak banyak menjual jenis-jenis gadget. Yang mendominasi adalah penjualan handphone, terutama handphone second. Itu pun tidak seramai dan sebanyak di Ambassador Mall. Tentang harganya memang sangat nego, tergantung keterampilan menawar kita. Tapi aku kurang berminat karena kebanyakan yg dijual di sana adalah tipe lawas. Mungkin jika yg dijual adalah tipe baru atau PDA, barulah aku berminat.

Kamera digital atau handycam pun tidak ada di sini. Padahal Pak Sofian sudah titip handycam. Justru di Batam Mega Mall atau Batam Mall ada dijual kamdig dan handycam. Tetapi harganya sama dengan harga Jakarta. Beberapa toko independen di Nagoya Business Center malah menawarkan harga yg asal-asalan. Masak kamdig MPix dihargai 1,7 juta? Padahal produk dari Modern Photo ini di Jakarta hanya dijual 750 ribu. Ketika aku protes yang jual cuma melongo.

Walau pun hanya meneliti beberapa tempat penjualan gadget, tetapi dapat disimpulkan bahwa tidak ada lagi gadget murah yg dijual di Batam. Kalau pun murah, itu yang barang second. Kalau barunya bisa jadi lebih mahal dari harga Jakarta.

Lalu Apa yang Murah di Batam

Ternyata masih ada yang murah di Batam, yaitu mobil. Seperti kita tahu, di Singapura berlaku peraturan bahwa usia maksimal mobil hanya 3 (atau 5 ya?) tahun. Setelah itu wajib pensiun. Nah, di Batamlah mereka membuang (=menjual) mobil2 bekas tersebut. Dan harganya? Muuuuurah sekaleeee.

Berapa harga limo Mercedes Benz second dari Singapura berusia 3 tahun? Hanya 150 juta. Jika kemudian mobil ini dijual lagi, harganya langsung drop sampai 60-70 juta. Harga Toyota Unser (sebangun dengan Toyota Kijang kapsul) adalah 70 juta. Dan jika usianya sudah lebih dari 5 tahun, harganya akan semakin drop. Dan drop-nya tidak tanggung-tanggung! Mobil-mobil dengan usia 5-10 tahun hanya seharga 20-40 juta di sini. Murah nggak sih? Yang jelas mobil mewah dan limited edition jamak berkeliaran di Batam.

Sayangnya

Sungguh sayang karena mobil2 murah nan mewah ini tidak dapat keluar dari Batam. Tentu ada sangsinya jika ini dilanggar. Untuk menandai kalau mobil2 ini adalah ex-Singapura, pemerintah memberikan huruf “X” pada huruf akhiran nomer. Misalnya nomer: BM 123 XA. Karena ada huruf “X”-nya, maka mobil ini tidak boleh keluar Batam. Sedangkan mobil tanpa huruf “X” bisa keluar-masuk Batam dengan bebas. Tetapi mobil tanpa huruf “X” ini berasal dari Indonesia dan berharga Indonesia. Jadi pasti lebih mahal dari mobil2 ex-Singapura.

Aku jadi membayangkan, seandainya mobil2 murah ini bisa masuk Jakarta, maka jumlah pemilik mobil akan semakin banyak karena murahnya harga mobil. Dan Jabotabek akan semakin macet-cet-cet-cet. Problem di transportasi semakin banyak. Mungkin transportasi umum jadi tidak laku? Mungkin…
Tetapi kemudian aku membayangkan: siapa sih yang tidak ingin memiliki mobil mewah sekelas Mercedes Benz? Dan untuk memilikinya tidak perlu dana ratusan juta, tetapi cukup orde puluhan juta saja. Makanya, pindah Batam dong!!! Ogah ah…

Sumber :
Emanual Setio Dewo
http://dewo.wordpress.com/2006/02/17/yang-murah-di-batam/
15 Agustus 2009

Sumber Gambar:
http://www.indonesia-property.com/bilder/batam_centre.jpg
15 Agustus 2009

SEJARAH OTORITA BATAM


Batam mulai dikembangkan sejak awal tahun 1970-an sebagai basis logistik dan operasional untuk industri minyak dan gas bumi oleh pertamina. Kemudian berdasarkan Kepres No. 41 tahun 1973, pembangunan Batam dipercayakan kepada lembaga pemerintah yang bernama Otorita Pengembangan Industri Pulau Batam atau lebigh dikenal dengan Otorita Batam.

Pengembangan Pulau Batam terbagi dalam beberapa periode . Periode pertama yaitu tahun 1971-1976 dikenal dengan nama Periode Persiapan yang dipimpin oleh Dr.Ibnu Sutowo. Periode kedua adalah Periode Konsolidasi (1976-1978) dipimpin oleh Prof.Dr.JB.Sumarlin , Setelah itu adalah Peride Pembangunan Sarana Prasarana dan Penanaman Modal yang berlangsung selama 20 tahun. Yaitu tahun 1978-1998, yang diketuai Prof.Dr.BJ. Habibie Kepemimpinan berikutnya dipegang oleh J.E Habibie yaitu bulan maret s/d juli 1998. Periode ini dikenal dengan nama Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal Lanjutan . Kemudian sejak tahun 1998 sampai sekarang, dibawah kepemimpinan Ismeth Abdullah dinamakan Periode Pengembangan Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal Lanjutan dengan perhatian lebih besar pada kesejahteraan rakyat dan perbaikan iklim investasi.

Dalam rangka melaksanakan visi dan misinya mengembangkan Batam, maka dibangunlah insfrastruktur modern yang berstandar internasional serta berbagai fasilitas lainnya, sehingga saat Pariwisata yang diminati dan mampu bersaing dengan kawasan serupa Asia Pasifik.

Berbagai kemajuan pun telah banyak dicapai, seperti tersediannya berbagai lapangan usaha yang mampu menampung angkatan kerja yang berasal hampir dari seluruh daerah di tanah air. Begitu juga dengan jumlah penerimaan daerah maupaun pusat dari waktu kewaktu terus meningkat. Hal ini tidak lain karena disebabkan oleh maraknya kegiatan industri, perdagangan, alih kapan dan pariwisataan didaerah. Namun sebagai daerah yang berkembang pesat, Batam juga tidak luput dari munculnya berbagai masalah sosial.

Untuk itulah, maka dalam rangka penyempurnaan pengembangan pulau Batam yang sedang berlangsung, maka pembangunan saat ini difokuskan kepadakesejahteraan masyarakat dengan menjalankan program social development. Hal ini diharapkan mampu mengatasi berbagai macam persoalan sosial yang timbul sebagai eksternalitas negatif dari pembangunan yang telah terjadi selama 30 tahun tersebut.

Sumber :
http://www.batam.go.id/home/sejarah_ob.php
15 Agustus 2009

Sumber Gambar:
http://farm2.static.flickr.com/1058/551703532_d0ff9d5b26.jpg?v=0

Selasa, 19 Mei 2009

TIP DAN TRIK KE SINGAPURA LEWAT BATAM


Di blog personal saya, saya pernah menulis pengalaman saya dan keluarga waktu pulang ke Jakarta melalui Batam, dan kemudian pulang kembali ke Singapura melalui jalur yang sama. Tulisan tersebut bisa dibaca disinidisini,disini dan disini. Ternyata, banyak juga yang membaca artikel tersebut dan menghubungi saya, baik melalui e-mail, YM ataupun shoutbox, untuk minta lebih banyak informasi, terutama mengenai tips dan trick-nya untuk pergi ke Singapura melalui Batam.

Ini cukup dimengerti, mengingat tiket pesawat Jakarta-Batam sekarang sudah demikian murah dengan menjamurnya budget airlines di Indonesia. Sekarang Anda bisa membeli tiket Jakarta ke Batam one-way hanya sebesar 150 ribu rupiah dengan Indonesia AirAsia, belum termasuk pajak, tentu saja. Bandingkan jika Anda harus membeli tiket pesawat langsung dari Jakarta ke Changi. Walhasil, semakin banyak orang yang memilih rute Batam ini untuk berkunjung ke Singapura, untuk menghemat ongkos.

Penerbangan ke Batam

Untuk penerbangan dari Jakarta ke Batam yang murah dan nyaman, saya menyarankan Indonesia AirAsia, yang merupakan anak perusahaan budget airline terkenal dari Malaysia, AirAsia. Service-nya bagus dan efisien, dan harga tiketnya juga terbilang murah dibandingkan budget airline yang lain. Pembelian tiket juga bisa dilakukan melalui Internet, dengan pembayaran langsung di-charge ke kartu kredit. Sistem-nya tanpa tiket, jadi kita tinggal print tiket-nya yang dikirim melalui e-mail dan menunjukkan hasil print dengan paspor/KTP pada waktu check-in. Sangat efisien.

Indonesia AirAsia terbang dari terminal 1A di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Selain AirAsia, airline lain yang terbang dari Jakarta ke Batam adalahLion AirAdam Air, Wings Air (anak perusahaannya Lion Air) dan tentu saja,Garuda Indonesia.

Transportasi di Batam

Anda akan mendarat di bandara Hang Nadim, Batam. Bandara ini cukup besar dengan fasilitas yang cukup lengkap. Perlu diketahui bahwa Anda bisa membeli tiket feri ke Singapura di bandara, dengan harga yang (katanya) lebih murah dibandingkan jika Anda beli di pelabuhan. Kalau tidak salah, Anda bisa beli harga feri pulang pergi Batam-Singapura seharga S$18 saja, sedangkan kalau Anda beli di pelabuhan, harganya S$21 (belum termasuk Batam seaport tax $7 dan Singapore seaport tax $16). Namun saya tidak bisa konfirmasi apakah informasi tersebut benar karena saya belum pernah beli tiket dari Batam.

Dari bandara Hang Nadim, taksi adalah mode transportasi yang terbaik untuk pergi ke pelabuhan. Anda tinggal keluar dan naik salah satu taksi yang berjejer di parkiran taksi pas di depan pintu utama bandara. Tidak ada antrian, jadi naik aja taksi yang kosong. Harga-nya pun sudah ditetapkan secara resmi (borongan, bukan menggunakan argometer) seharga 70 ribu rupiah untuk tujuan pelabuhan Batam Center.

Pelabuhan feri Batam Center

Perlu diketahui bahwa ada beberapa pelabuhan feri di Batam. Pelabuhan yang paling dekat dari bandara adalah Batam Center. Batam Center adalah pelabuhan baru yang menggantikan pelabuhan Batu Ampar yang sudah tua dan tidak layak pakai (Update: pelabuhan Batu Ampar ini pun sekarang sudah digantikan oleh pelabuhan Harbour Bay yang lokasinya berdekatan, dan sekarang dilayani oleh feri Wavemaster). Selain Batam Center, juga ada pelabuhan feri di Sekupang yang juga melayani tujuan Singapura, tapi lokasinya lebih jauh dan harga taksinya pun akan pasti lebih mahal.

Segera setelah Anda sampai di pelabuhan Batam Center, Anda bisa langsung membeli tiket feri di counter resmi perusahaan feri-nya. Ada beberapa perusahaan feri yang melayani tujuan Singapura, tapi saya sarankan untuk menggunakan Penguin Ferries, karena perusahaan feri tersebut yang paling banyak melayani rute Batam Center-Singapura (hampir tiap jam pasti ada keberangkatan), dan feri-nya juga lumayan baru.

Update on 7 May 2007: Berlian Ferries/Wavemaster sudah tidak lagi melayani jalur Batam Centre - Singapore. Ferry Wavemaster sekarang berangkat dari pelabuhan baru Harbour Bay di Batu Ampar. Informasi lebih lanjut bisa dilihat disini.

Harga tiket feri untuk pulang pergi adalah S$21, dan harganya sama untuk semua perusahaan feri. Selain itu juga ada pajak pelabuhan sebesar S$7, jadi total biaya tiket adalah S$28, dan ini masih belum termasuk seaport taxSingapore sebesar $16, yang harus dibayar di pelabuhan Harbourfront di Singapura pada saat kembali ke Batam. Jika Anda membeli tiket pulang-pergi dari Singapura, maka Anda harus membayar $S7 pajak ini waktu kembali dari Batam. Siapkan uang dollar Singapura Anda, karena harga tiket dalam dollar Singapura ternyata lebih murah dibandingkan harga tiket dalam rupiah.

Pada saat membeli tiket dan booking feri-nya, Anda juga harus menyiapkan paspor Anda karena petugasnya akan membuat boarding pass sesuai dengan nama Anda di paspor. Nama tersebut harus sesuai dan tidak bisa dipindah tangankan. Selain itu, petugas feri juga akan memberikan Anda dua kartu imigrasi, yang satu adalah kartu imigrasi Indonesia dan satu lagi adalah kartu imigrasi Singapura, dengan nama Anda sudah tercetak disitu.

Setelah urusan tiket selesai, dan Anda sudah memastikan tempat sudah di-booking untuk pemberangkatan feri selanjutnya, baru Anda harus pergi ke kounter fiskal untuk membayar fiskal. Biaya fiskal ini sebesar 500 ribu rupiah, dan harus dibayar kecuali jika Anda adalah pemegang paspor Batam, atau jika Anda bermukim di Singapura dan masih punya jatah bebas fiskal. Jika Anda mau mengurus bebas fiskal, maka Anda mengurusnya di counter yang sama dengan tempat Anda membayar fiskal. Counter ini lokasinya agak sedikit di pojok, dan harus agak teliti mencarinya.

Setelah Anda membayar fiskal, langkah berikutnya adalah mengurus bagasi Anda. Jika Anda tidak mau repot-repot membawa koper Anda ke feri, Anda bisa pergi ke counter bagasi untuk memasukkan koper Anda sebagai bagasi. Nanti Anda akan mendapatkan tag untuk bagasi Anda, mirip seperti di bandara untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang. Tapi perlu diketahui, Anda tetap harus mengurus bagasi Anda nanti pas sudah sampai di Singapura. Ada biaya porter yang harus dibayar sesuai dengan jumlah dan berat bagasi Anda.

Setelah urusan bagasi selesai, Anda kemudian naik ke lantai dua dan melewati imigrasi. Setelah itu, Anda akan turun kembali ke lantai satu dan menunggu di ruang tunggu sampai feri Anda dipanggil. Barulah Anda naik ke feri, dan petugas akan meminta boarding pass Anda sebelum Anda naik ke feri.


Harbourfront Ferry Terminal

Perjalanan feri ke Singapura akan memakan waktu sekitar satu jam. Perlu diingat bahwa waktu Singapura itu satu jam lebih cepat dari waktu Batam, jadi misalnya feri yang berangkat dari Batam Center jam 12 siang waktu Batam, akan sampai ke Singapura jam 2 siang waktu Singapura. Feri yang berangkat dari Singapura jam 12 siang waktu Singapura, akan sampai ke Batam Center jam 12 siang juga, tapi waktu Batam.

Sesampainya di Singapura, feri akan berlabuh di terminal feri Harbourfront Centre. Sewaktu keluar dari feri, Anda harus membawa barang-barang Anda sendiri, melewati imigrasi dan custom. Jika Anda datang ke Singapura sebagai turis, gunakan lajur “All Passports” di imigrasi, sedangkan jika Anda adalah warga negara Singapura, permanent resident, pemegang employment passatau work permit di Singapura, gunakan lajur “Singapore Passports” karena lebih cepat.

Transportasi dari Harbourfront Center

Setelah proses imigrasi selesai, pastikan paspor Anda sudah di-cap oleh petugas. Setelah Anda melewati custom dan barang-barang sudah dicek, baru Anda keluar dari terminal feri dan akan langsung masuk ke Harbourfront Center, yang memang satu gedung dengan pelabuhan feri. Harbourfront Center adalah salah satu shopping mall yang megah di Singapura. Gedung ini juga terhubung dengan VivoCity, sebuah pusat entertainment dan belanja baru yang bahkan lebih megah lagi. Dari VivoCity ini, kita bisa naik monorail Sentosa Express ke pulau Sentosa.

Dari Harbourfront Centre, banyak pilihan transportasi umum untuk menuju ke bagian lain di Singapura. Jika Anda ingin menggunakan MRT (kereta api), maka Anda tinggal jalan terus ke bagian depan mall dan cari eskalator turun ke stasiun MRT di bawah tanah. Jika Anda ingin menggunakan taksi, Anda bisa langsung ikut antrian taksi yang berlokasi di samping timur mall, dekat restoran McDonalds di lantai satu. Alternatif lain, Anda bisa pergi ke taxi stand di VivoCity lantai dua, tidak jauh dari lorong penghubung Harbourfront Centre dan VivoCity di dekat kedai New York Pizza. Kalau mau naik bus, Anda bisa jalan ke depan mall dan tunggu di bus stop pinggir jalan, atau naik ke lantai dua dan menyeberangi jembatan penyeberangan ke terminal bus Harbourfront di seberang mall.

Untuk tujuan Orchard Road, Anda bisa naik MRT dari Harbourfront ke Dhoby Ghaut, yang terletak di Orchard Road bagian timur. Untuk ke bagian barat Orchard Road, tinggal ganti kereta api di Dhoby Ghaut ke Somerset atau Orchard. Atau, Anda juga bisa naik bus 65 dari terminal bus Harbourfront langsung ke Orchard Road.

Kembali ke Jakarta via Batam

Untuk kembali dari Singapura ke Jakarta lewat Batam, caranya ya hampir sama. Anda harus tiba di Harbourfront Center paling tidak satu jam sebelum keberangkatan feri. Setibanya di Harbourfront, langsung ke bagian pelabuhan di belakang dan naik ke lantai dua. Cari counter feri Anda (Penguin ke Batam Centre, atau Wavemaster ke Harbour Bay) dan book untuk perjalanan feri berikutnya. Disini, Anda juga harus menyiapkan paspor untuk petugasnya menerbitkan boarding pass atas nama Anda. Anda juga perlu membayarseaport tax sebesar S$10 per orang.

Setelah Anda mendapatkan boarding pass, Anda bisa mengurus bagasi Anda. Berbeda dengan di Batam Center, pengurusan bagasi di Harbourfront adalah gratis sampai berat bagasi tertentu, kalau tidak salah 20 kg per orang. Setelah selesai ngurus bagasi, Anda langsung clearing imigrasi, dan langsung turun ke bawah untuk boarding feri.

Sesampainya di Batam, keluar dari feri, Anda langsung antri untuk urusan imigrasi. Siapkan paspor dan kartu imigrasi Indonesia yang tinggal sebelah. Setelah urusan imigrasi selesai, dari lobi utama pelabuhan, jalan keluar ke pintu sebelah kiri. Di sebelah kanan, ada counter taksi dan Anda bisa memesan taksi dari sana. Tarifnya untuk ke bandara Hang Nadim adalah 60 ribu rupiah. Entah kenapa, biaya taksi dari pelabuhan ke bandara itu 10 ribu lebih murah dibandingkan biaya taksi dari bandara ke pelabuhan.

Sesampainya di bandara Hang Nadim, langsung ke counter Indonesia AirAsia (atau airline lain yang Anda gunakan) untuk check-in. Anda juga harus membayar airport tax sebesar 13 ribu rupiah per orang. Setelah mendapatkan boarding pass, Anda bisa langsung ke ruang tunggu untuk naik ke pesawat.

Update on 7 May 2007:

Ke Singapura Lewat Batam, Ke Jakarta Lewat Changi

Mengingat harga seaport tax di Harbourfront yang lumayan mahal, dan mengingat harga tiket one-way Singapore ke Jakarta yang lumayan murah, banyak turis asal Indonesia yang memilih ke Singapura melalui Batam, tapi pulang ke Jakarta-nya langsung lewat Changi. Keuntungannya, pulangnya tidak harus repot-repot melalui Batam, dan kita pun bisa berbelanja duty-free di banyak toko-toko duty-free di bandara Changi yang terkenal itu. Selain itu, kita pun bisa claim GST untuk total belanja kita selama di Singapura. Tiket murah dari Singapura ke Jakarta biasanya bisa didapat dari budget airlineValuair, ataupun dari full-service airline seperti LufthansaEmirates atau Qatar Airways.

Alternatif lain, banyak juga yang ke Singapura melalui Batam, terus meneruskan perjalanan ke Kuala Lumpur dan sekitarnya (termasuk Genting), melalui jalan darat. Dari Kuala Lumpur, baru kemudian langsung pulang ke Jakarta, menggunakan pesawat AirAsia yang juga relatif murah. Rute ini paling banyak diminati karena bisa mengunjungi dua negara sekaligus: Singapura dan Malaysia. Dari Singapura ke Kuala Lumpur bisa menggunakan bus atau kereta api. Disarankan untuk menggunakan bus karena lebih cepat, sekitar 4-5 jam, sedangkan kereta api lebih lambat. (Mei 2006)

Sumber :

Minda Indra

http://ip.sg.or.id/2006/05/03/tips-dan-trick-ke-singapura-lewat-batam-2/

19 Mei 2009

Sumber Gambar :

http://media.photobucket.com/image/BATAM%20SINGAPURA/hans_batam/Singapore-Batam.jpg


FENOMENA INDUSTRI DI BATAM PADA MASA KRISIS GLOBAL


Sekitar 75.000 dari 250.000 pekerja yang bekerja di sektor industri di Kota Batam terancam pemutusan hubungan kerja (PHK), akibat krisis ekonomi global yang menghantam sejumlah perusahaan di kota industri, Batam. Ketua Harian Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam, John Sulistiawan seperti dilansir media pada Rabu (17/12) lalu, menyatakan bahwa prosentase ancaman PHK, paling tidak 30-40 persen dari total pekerja. Jika pekerja di Batam 250.000, artinya ada 75.000 yang terancam.

Sebuah angka besar yang akan berefek luas. Batam yang tumbuh menjadi kota industri dengan banyaknya investor asing dan menyedot besarnya lapangan kerja, akan menghadapi masalah serius apabila hal tersebut terjadi. Seorang pengamat ekonomi di Kepri, Riginoto Wijaya, kepada Erabaru mengatakan bahwa krisis yang melanda Batam akan menghambat sektor industri yang mayoritas adalah ekspor.

”Batam khan kota industri, dan kebanyakan adalah ekspor. Banyak perusahaan di Batam ekspor melalui Singapura, baru ke Amerika Serikat. Singapura sudah menunjukkan penurunan-penurunan, industri elektronika misalnya sudah turun sekitar 17 %, dan ini pasti mempengaruhi Batam. Di Batam pun secara faktual apakah order masih kencang? Kan tidak. Kebanyakan merupakan order lama. OT (over time-red) sudah tidak ada, shif mulai dikurangi. Mungkin mereka juga sudah menerapkan strategi bagaimana merumahkan karyawannya,” jelasnya.

Saat ini sejumlah perusahaan industri bahkan telah merumahkan ribuan karyawannya hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan merumahkan pekerja ini telah dilakukan oleh beberapa perusahaan manufacture di kawasan Batamindo Industrial Park (BIP), Mukakuning, Batam. Data yang dihimpun Erabaru, tercatat bahwa PT Schneider Electric misalnya, sejak pertengahan Desember 2008 telah merumahkan sedikitnya 700 karyawan, khususnya bagian operator lantaran sepinya order. Kebijakan serupa juga ditempuh oleh PT Shinetsu Batam yang berlokasi sama, sejak pertengahan November lalu, merumahkan ratusan pekerjanya. Sementara itu PT Epson Batam, meski hingga saat ini belum merumahkan karyawannya, namun dipastikan mulai awal tahun depan perusahaan tersebut bakal menggilir karyawannya untuk dirumahkan atau bahkan di PHK.

Peliknya lagi disaat PHK mengancam, pekerja dituntut meningkatkan kesejahteraan mereka. Buntutnya tuntutan kenaikan UMK semakin marak dilakukan. Seperti aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan buruh FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Kepri, pada Kamis (11/12) lalu. Massa pekerja gabungan dari 30an perusahaan di kawasan Tanjunguncang, Mukakuning dan Batam Centre tersebut, menuntut agar UMK tahun 2009 sama dengan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) atau minimal mendekati besaran KHL tahun 2009. Disisi lain penentuan KHL antara pengusaha dan pekerja masih simpang siur.
Lalu bagaimana untuk bertahan di masa krisis? Menurut Riginoto mesti ada kerjasama antara pihak perusahaan, pekerja, dan pemerintah. Mestinya ada upaya-upaya perusahaan agar dapat bertahan dengan didukung sebesar-besarnya dari pemerintah.

”Beberapa hal yang harus dilakukan perusahaan adalah tetap menjaga customernya. Customer adalah aset masa depan dari perusahan tersebut. Menerima customer meski ordernya tidak banyak. Yang penting kalau bisa bertahan, dan masa krisis lewat, kita bisa berinovasi mencari produk-produk baru. Dan para pelanggan kita telah menjadi basis pelanggan yang kuat, tinggal kemudian menumbuhkannya. Di satu sisi pemerintah, diharapkan dapat turut bahu membahu bagaimana upaya agar penghasilan pekerja dapat mencukupi untuk hidup mereka,” pungkasnya.

Di tingkat nasional, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah beberapa waktu lalu mengatakan akibat krisis ekonomi yang tengah melanda dunia dan Indonesia, diperkirakan pada semester I tahun 2009, akan terjadi PHK terhadap 3 juta buruh, terutama di sektor manufaktur dan perdagangan. Mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menetapkan anggaran sebesar Rp 70 Triliun untuk mengentaskan kemiskinan dan menghadapi terjadinya PHK massal yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2009 mendatang. (Erabaru/rah) (31 Desember 2008)

Sumber :

http://erabaru.or.id/20081230724/fenomena-industri-di-batam-pada-masa-krisis-global.html

Sumber Gambar:

http://www.batam.go.id/home/gbr%20artikel/PABRIK.jpg



KAWASAN INDUSTRI BATAM



Batam adalah kota industri, begitu predikat yang melekat pada kota pulau ini. Bahkan gaung Batam sebagai lokomotif industri Indonesia sudah saya dengar belasan tahun lalu dari kakak-kakak alumni yang merantau ke tanah melayu ini.

Rasanya memang tidak berlebihan, mengingat luas wilayah Batam yang hanya 415 km² ini memiliki tidak kurang dari 26 kawasan industri yang tersebar di seluruh pulau yang bentuknya mirip kalajengking ini.

Letak geografis Batam yang berbatasan langsung dengan Sigapura dan Malaysia dan berada di selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan dunia, menjadikan Batam memiliki nilai jual lebih.


Industri di Batam terbagi menjadi industri berat dan industri ringan. Industri berat didominasi oleh industri galangan kapal, industri fabrikasi, industri baja, industri logam dan lainnya. Sedangkan industri ringan meliputi industri manufacturing, industri elektronika, industri garment, industri plastik dan lainnya.

Berikut beberapa kawasan Industri yang saya dapatkan dari situs resmi Pemerintah kota batam dan situs Otorita Batam:

Kawasan Industri Ringan:

  • Batamindo Invesment Cakrawala
  • Batu Ampar Industrial Park
  • Batu Merah Industrial Complex
  • Bintang Industrial Park I
  • Bintang Industrial Park II
  • Cammo Industrial Park
  • Citra Buana Centre Park II
  • Citra Buana Centre Park III
  • Citra Buana Industrial 1
  • Executive Industrial Park
  • Hijrah Industrial Park
  • Indah Industrial Park
  • Kara Industrial Park
  • Latrade Industri
  • Malindo Cipta Perkasa Industri
  • Mega Cipta Industrial Park
  • Panbil Industrial Estate
  • Puri Industrial Park 2000
  • Refindo Industrial Park
  • Sarana Industrial Point
  • Taiwan International Park
  • Tunas Industrial Estate
  • Walakaka Industrial Park

Kawasan Industri Berat:

  • Kabil Industrial Park
  • Seafront Industrial City
  • Sekupang Makmur Abadi

Sumber :
19 Mei 2009

Sumber Gambar :